Kerajinan Warga

Melihat dari dekat dan belajar dengan masyarakat membuat anyaman berupa anyaman ketak dan tikar dari daun pandan

Pemandangan Desa

Pemandangan Desa Mas-mas yang hijau denga background Gunung Rinjani

Mbung Dao

Menikmati keindahan Mbung Dao menggunakan rakit

Pendidikan

Program Dan Perangkat Pembelajaran

Showing posts with label LEMBAGA. Show all posts
Showing posts with label LEMBAGA. Show all posts

Friday, August 2, 2013

MENJAHIT SIMPUL LOMBOK

Mungkin masih segar diingatan kita semua bahwa beberapa bulan lalu gencar dibicarakan soal tala sukma (tata kelola Sunda Kecil Maluku).merupakan bagian dari tahapan penyusunan master plan kawasan adalah masing-masing simpul membuat plan master.
dilombok sendiri di bagi menjadi 4 simpul, yaitu : Simpul Lombok Timur, Simpul Lombok Barat, Simpul Lombok Tengah dan Simpul Lombok Barat. dari keempat simpul ini di satupadukan semua program masing-masing untuk di sortir mana program yang sama, mana program yang mirif dan mana yang tidak ada persamaan dan kemiripan, yang sama dan mirip akan dijadikan satu dan mana yang sebaliknya akan ditetapkan menjadi program masing-masing simpul.
upaya menjahit simpul lombok ini merupakan langkah awal sebelum disatukan menjadi program Sunda Kecil Maluku atau tala sukma.
dalam pertemuan tersebut difasilitasi oleh catur kukuh yang merupakan host dari seluruh simpul.sementara untuk untuk simpul lombok timur diwakilkan oleh gema alam, lombok tengah oleh kaula center, lombok barat oleh JMS dan lombok Utara oleh LMNLU.

Friday, May 18, 2012

SEPUTAR PERSIAPAN TALA SUKMA

Di postingan sebelumnya sempat disinggung bahwa kegiatan Kongres TALA SUKMA tinggal sepuluh hari lagi, tapi ternyata panitia keliru menghitung tanggal, yang benar adalah tinggal tiga hari lagi dari sekarang tepatnya akan dimulai hari senen tanggal 21Mei 2012, dimana peserta yang berasal dari luar daerah seperti :Maluku, Maluku Utara, Bali, NTB dan NTT ditambah dari unsur Pemerintahan :empat kementrian, forum gubernur dan para Bupati hususnya dari pulau lombok, Akan Tiba di Desa Wisata Mas-mas hari senen Siang, InsyaAllah.demikian ketua panitia menegaskan.
   Sadar akan kekeliruan itu, Panitia bak merasa dikejar anjing gila untuk melakukan persiapan-persiapan, tapi walau begitu menurut ketua panita Agus Kusuma Hadi Mengatakan. "Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik, ini tidak lain dan tidak bukan berkat keintensifan semua stake holder untuk membangun komunikasi.

LANJUTAN REVITALISASI JASIASMU

      Sebagai tindak lanjut dari upaya merevitalisasi JASIASMU yang merupakan singkatan dari Jalinan Silaturrahmi Antar Sesama Muslim, Maka pada hari ini kembali ketua jasiasmu H. Habiburrahman mengumpulkan anggotanya, untuk meminta pendapat sekaligus meminta pertanggung jawaban kepada bendahara selaku pemegang kas, Pada kesempatan itu bendahara saat diminta penjelasan oleh pak ketua mengatakan, "Kas Jasiasmu hingga saat ini berbentuk sapi dua ekor +anak, uang tunai 500.000 dan pohon balsiah sekitar 28 pohon". Mengenai kelanjutan dari kegiatan jasiasmu, sang ketua sengaja memancing  pendapat para anggota dengan bertanya apakah Jasiasmu akan kita teruskan atau kita bagi aset lalu bubar?....
     Para anggota sepakat menjawab untuk terus berproses dan mengembangkan diri dengan membuat program-program baru, hal itu kemudian ditanggapi oleh ketua, ini berarti kita harus gelar diskusi lebih serius lagi dengan waktu yang lebih panjang dan hal itu insyaAllah kita akan undang semua anggota lagi nanti pada hari  jumat berikutnya mudahan tidak ada halangan. demikian sang ketua mengakhiri pertemuan hari itu karena jarum jam telah menunjukkan pukul 17.00 wita

Sunday, May 13, 2012

KELUHAN PERSONIL KAMPUNG MEDIA KAULA

Mengenai apa yang dirasakan oleh personil kampung media kaula saat ini, adalah kekurang pahaman terhadap internet, terutama sekali denga ilmu blognya, hal itu diungkapkan oleh hampir seluruh personil, termasuk motivatornya pada rapat evaluasi kampung media kaula di kediaman motivator tadi  malam,
pemuda beranak tiga yang menjadi motivator sendiri mengungkapkan, "saya sekarang sudah sedikit gairah memposting berita atau apa saja karena sudah bisa ngeposting dan signal modemnya sedikit lebih baik dari sebelumnya apa lagi nanti kalao kita dah ambil kartu modem yang disediakan kominfo, cuma masalahnya kita masih belum bisa mengatur tataletak tulisan, desain blog, dan lain sebagainya, kalau ilmu nulisnya sih jelas..... kurang katanya sambil mengisap tembakau yang dibungkus kertas ditangannya alias ngeroko, tapi kan itu bisa kita perbaiki secara bertahap jika kita sudah sering ngeposting, diahir penjabarannya sang motivator melontarkan pertanyaan kepada personil lainnya, yang kemudian dijawab secara koor; "kita amat sangat berharap ada bimbingan lagi soal mengoprasikan internet juga ilmu menulisnya dan kalau bisa secara husus di kampung media kaula, karena cuma kita yang masih dibawah pentium satu soal-soal diatas tadi, kalau k,-km lain kan sudah diatas pentium empat semua,

REVITALISASI JASIASMU

Mas-mas. kampung media kaula.
"waktu terus bergerak maju tanpa kenal konfromi, sehingga tidak terasa sudah satu tahun pertemuan jasiasmu tidak pernah kita lakukan" demikian dikatakan oleh ketua Jasiasmu H. Habiburrahman pada pembukaan kegiatan jasiasmu kemarin sore dirumah salah seorang anggotanya di dusun senurus desa mas-mas kec. batukliang Utara.
pertemuan tersebut oleh ketua yang berewok ini menjelaskan, adalah sebagai salah satu upaya untuk merevitalisasi jasiasmu.
salah seorang anggota KM Kaula menanyakan, apa sih jasiasmu itu?.
ketua jasiasmu yang memang aktif berorganisasi ini menjelaskan, "jasiasmu adalah singkatan dari jalinan silaturrahmi antar sesama muslim, komunitas ini adalah sebagai ajang silaturrahmi, berdiskusi juga sebagai salah satu saran untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, karena itu juga jasiasmu berusaha mensinergikan program dengan agenda tala sukma. demikian lanjutnya.

sementara dikesempatan itu juga bendahara jasiasmu memaparkan keberadaan kas jasiasmu yang murni dari hasil swadaya anggotanya, hingga saat ini kita masih punya uang kas di bank tinggal Rp 2.500.000 sementara sapi sudah 3 ekor yang dipelihara oleh masyarakat dengan ketentuan bagi hasil 60:40, artinya 60% pemelihara dan 40 % pemilik modal dalam, dalam hal ini jasiasmu.

Saturday, May 12, 2012

KAULA BANGKIT





Pusat Study Dan Keberdayaan Masyarakat Kawasan Utara Lombok Tengah
Pandangan Dasar “PUSAKA KAULA”
Kawasan Utara Lombok Tengah merupakan kawasan yang kaya akan potensi, baik berupa kekayaan Sumber Daya Alam (meliputi : Air, Hutan, Lahan pertanian, lahan perkebunan dan potensi wisata alam) maupun pertumbuhan tenaga produktif yang cukup signifikan bila dilihat dari pertumbuhan angkatan kerja. Namun sangat disayangkan berlimpahnya potensi Sumber Daya Alam tersebut tidak diimbangi dengan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar dari masyarakat di Kawasan Utara Lombok Tengah masih hidup dalam bayang-bayang kemiskinan dilihat dari tingkat akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas. Hak-hak dasar masyarakat berupa hak ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan sejauh ini belum menjadi perhatian serius banyak pihak, sehingga akibatnya adalah fenomena kemiskinan terus saja berlangsung. Menurut hasil kajian Kelompok Kerja Kawasan Utara Lombok Tengah menemukan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Namun yang cukup pokok adalah :
1. Arah kebijakan pemerintah daerah yang masih belum mampu menjawab persoalan-persoalan sosial, ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat dan masih banyak program pengentasan kemiskinan yang tidak visioner dan bersandar pada pola-pola yang strategis.
2. Kemampuan dan kesadaran masyarakat yang masih terbatas dalam memanfaatkan kekayaan potensi yang ada.
3. Masih  timpangnya pengelolaan Sumber Daya Alam, artinya dominasi modal belum dapat memberikan dampak kesejahteraan atas pengelolaan Sumber Daya Alam
4. Masih terdapat perbedaan cara pandang antara organisasi rakyat yang ada di Kawasan Utara Lombok Tengah dalam upaya membangun sebuah tatanan masyarakat yang lebih bermartabat.
Melihat beberapa persoalan-persoalan tersebut maka dipandang penting untuk membangun sebuah media konsolidasi organisasi-organisasi rakyat yang berperspektif perubahan agar kemudian dapat melahirkan “Konsep Bersama” dalam membangun dan mengembangkan Kawasan Utara Lombok Tengah (KAULA).

Apakah PUSAKA KAULA?
PUSAKA KAULA merupakan singkatan dari “Pusat Study Dan Keberdayaan Warga Kawasan Utara Lombok Tengah.
PUSAKA KAULA adalah tempat berkumpulnya organisasi-organisasi masyarakat di Kawasan Utara Lombok Tengah untuk secara bersama-sama merumuskan (formulasi) sebuah konsep pembangunan dan pengembangan KAULA yang komprehensif.

Apa yang diinginkan pusaka kaula ?
“terbangunnya tatanan masyarakat kaula yang sejahtera, mandiri, dan partisipatif, pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan melalui strategi pembangunan dan pengembangan organisasi rakyat yang meliputi bidang ekonomi sosial dan budaya”.

Apa Yang Telah Dan Akan Dilakukan Oleh Pusaka Kaula?
Gagasan PUSAKA KAULA tidak muncul dengan sendirinya, namun melalui proses diskusi keliling dimasing-masing desa yang melibatkan semua unsur masyarakat. Gagasan PUSAKA KAULA dimulai dari sebuah komunitas diskusi (POKJA KAULA). Keterlibatan beberapa tenaga produktif dari beberapa desa di KAULA memberikan warna tersendiri dan sebagai upaya dan bentuk awal penyatuan cara pandang ditingkatan tenaga pelopor pada masing-masing desa
Kedepan : PUSAKA KAULA  mengemban semangat untuk dapat menjadi media konsolidasi dan bertukar pikiran bagi Organisasi Rakyat di KAULA, Hal ini untuk mempercepat pelayanan sosial bagi masyarakat dan juga awal pembangunan dan pengembangan tata kehidupan sosial yang berkeadilan.

Upaya-upaya tersebut meliputi :
· Mendorong arah kebijakan pemerintah agar lebih memperhatikan dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.
· Mendorong keterlibatan organisasi Rakyat (partisipasi aktif) dalam membangun dan mengembangkan KAULA  yang berlandaskan pada aspek keadilan dan kemandirian.
· Mendorong dan ikut membantu terbentuknya Badan Usaha Masyarakat Desa yang tangguh dan mandiri sehingga dapat menjadi salah satu topangan ekonomi masyarakat desa (khususnya masyarakat miskin).
· Melakukan pendidikan alternatif untuk meningkatkan kemampuan dan keberdayaan masyarakat, pemerintah desa dan organisasi-organisasi rakyat di KAULA kaitannya dengan membangun dan mengembangkan konsep PUSAKA KAULA
· Membangun “Kedai Singgah” tempat berkumpul dan bertukar pikiran pada waktu-waktu senggang.

Harapannya PUSAKA KAULA dapat menjadi media pembangunan konsep bersama antara organisasi-organisasi rakyat, pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membangun dan mengembangkan Kawasan Utara Lombok Tengah (KAULA).

Atas segala hal diatas mohon sumbangsih saran dan pikiran, semata-mata untuk turut berpartisifasi guna peningkatan kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik.


Twitter Facebook Digg Stumbleupon Favorites